DPR dan Menkeu tlah Sepakati APBN 2018

Banggar DPRD sudah memberikan persetujuan soal RUU RAPBN 2018 untuk bisa disahkan menjadi Undang-undang di Rapat Paripurna.

Hal ini diutarakan oleh Ketua dari Banggar Aziz Syamsuddin di Ruang Rapat Banggar DPR.

“Baik bapak ibu sekalian, dengan mendengar pemerintah, apakah bisa sepakati RUU APBN 2018 akan disampaikan kepada tingkat selanjutnya atau pada sidang paripurna pada pukul 10.00 WIB, bisa kita sepakati yah, bismillah,” ungkapnya.

Menkeu, Sri Mulyani juga menjelaskan bila pemerintah bakal mengelola APBN 2018 dengan cara yang sehat dan kredibel.

“Kami akan tetap mengelola sesuai arah nawacita, infrastruktur untuk kurangi ketimpangan, terima kasih komisi DPR, Banggar dan pimpinan Dewan yang telah menyelesaikan RUU RAPBN sesuai waktu,” tukas Sri Mulyani.

Adapun RUU APBN 2018 yang bakal disahkan menjadi undang-undang ini telah mendapatkan persetujuan dari 9 Fraksi, yaitu PDIP, PKB, PAN, Golkar, Demokrat, PKS, PPP dan Hanura.

Sebelum mendapatkan persetujuan, pembahasan tersebut telah mendapatkan dua kali interupsi dari anggota Banggar yaitu Wahyu Sanjaya mengenai dana cadangan pendidikan yang alokasinya dianggap tak ada di Kementerian/Lembaga, namun di LPDP.

“Sebelum raker ditunda terkait dengan cadangan dana pendidikan, tidak ditempatkan pada K/L, informasi yang saya terima adalah ditempatkan pada LPDP, karena sesuai pernyataan saya kemarin karena Kemenperin tidak dapat alokasi anggaran, Bappenas sudah menyetujui, kami harapkan penjelasan adanya perubahan,” pungkas Wahyu.

Mengomentari hal tersebut, Sri Mulyani menjelaskan bila dana cadangan yang dialokasikan pada LPDP merupakan langkah pemerintah untuk membentuk dana abadi pendidikan.

“Dari apa yang diakumulasi di LPDP nanti di set up, konsepnya karena dalam 20% alokasi APBN, karena penerimaan bergerak, maka porsi belanja akan bergerak, maka diputuskan bahwa pergerakan anggaran pendidikan itu nanti diletakkan dalam dana pendidikan abadi, track record serapan dana pendidikan 5%, untuk memenuhi 20% kami anggarkan dana pendidikan abadi,” ungkap Sri Mulyani.

Leave a Reply

%d bloggers like this: